Malam itu, jam menunjukkan pukul dua belas pas. Saya terbangun dari tidur karena merasa kamar kos saya terasa sangat dingin. Lampu kamar mati. Saya mendengar suara ketukan pelan dari arah jendela kaca kamar saya.
Tok... tok... tok...
Saya tidak mau melihat. Saya menarik selimut sampai menutupi kepala. Namun, suara itu pindah ke bawah tempat tidur. Ada suara kuku mencakar lantai kayu dengan pelan.
Tiba-tiba, sebuah suara berbisik tepat di samping telinga saya:
"Jangan dilihat... dia ada di atas lemari."
Saya mendongak pelan dalam gelap. Sepasang mata putih memandang saya tajam dari atas lemari, tepat di atas kepala saya.